Posted by Lukas Arrofi Verinando
» Thursday, 26 March 2015
lukasarrofi.blogspot.com – Jika eksekusi mati terpidana kasus
narkoba asal Australia batal dilaksanakan, hal itu menjadi bukti bahwa
Presiden Joko Widodo ketakutan kecurangan Pilpres 2014 akan dibongkar.
Analisis itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen
(25/03). “Presiden Joko Widodo kemungkinan membatalkan hukuman mati
terhadap warga negara Australia yang terlibat narkoba,” tutur Muslim.
Batalnya eksekusi mati itu, kata Muslim, tergambar dari pernyataan
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang menyatakan Presiden Jokowi
mengintruksikan Jaksa Agung agar memperhatikan permintaan pihak
Australia.
“Kalau dilihat pernyataan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto bahwa
Presiden Jokowi Instruksikan Jaksa Agung Perhatikan Permintaan Australia
menandakan adanya pembatalan,” kata Muslim.
Menurut Muslim, ancaman Australia yang akan membocorkan komunikasi
Jokowi saat Pilpres 2014, bisa mengurangi legitimasi kekuasaan Jokowi. “Kalau pembicaraan tersebut dibongkar, kemungkinan legitimasi Jokowi
makin berkurang, terlebih lagi saat ini demo mahasiswa menuntut Jokowi
mundur sudah marak di mana-mana,” beber Muslim.
Muslim berpendapat, seharusnya Jokowi tidak perlu takut berlebihan
dengan ancaman pihak Australia. “Harusnya Jokowi tidak perlu takut
sebagaimana yang sering diucapkan selama ini. Kalau eksekusi mati warga
Australia dibatalkan, masyarakat akan makin curiga terhadap Jokowi,”
tegas Muslim.
Jokowi, kata Muslim, memiliki karakter penakut. “Jokowi itu hanya
main gertakan saja tetapi sesungguhnya seorang penakut. Politik Jokowi
hanya ramai di media, tetapi sejatinya takut. Istana memberikan kode
untuk membatalkan hukuman mati terhadap WN Australia,” pungkas Muslim.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan,
Presiden Joko Widodo menyadari adanya ketegangan yang terjadi antara
Indonesia dan Australia terkait pelaksanaan hukuman mati. Oleh karena
itu, Presiden sudah menginstruksikan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk
memperhatikan secara serius permintaan dari pihak Australia.
“Saya pikir Pemerintah Australia sudah berinteraksi dengan pemerintah
kita, dengan Ibu Menlu, dan juga dengan Presiden kita. Dalam sidang
kabinet kita barusan, Presiden memberi tahu Jaksa Agung untuk
memperhatikan apa yang menjadi perhatian Pemerintah Australia secara
serius,” ujar Andi di Istana Kepresidenan, Rabu (24/03).
ADS HERE !!!